Bicara Seks:Ketika mulut,tubuh,sikap,dan pikiran disensor

2019-05-23 02:26:08 叔孙捩 26
2016年3月6日下午5:30发布
2016年3月6日下午5:30更新

Apakah kolom Bicara Seks ini bisa dibaca oleh kalian jika sensor dan blokir hadir? Kayanya sih,enggak ya。

Wong mau menulis tentang seks di edisi ini saja masih mikir-mikir, sampai jadi aras-arasen (setengah hati,malas-malasan)。 Bukan masalah ada yang sensi atau tersingung(saya enggak peduli juga sih kalau ada orang yang sensi atau melabeli saya ini-itu),tapi masalah kena sensor enggak,ya?

Kalau kena传感器atau teguran,malas kan menyeret institusi tempat saya bekerja,lalu berhadapan dengan pihak berwenang。 Malas banget。 Berhadapan dengan pihak berwenang di negeri ini bukan harus siap berdiskusi dan mengajukan bukti serta alasan,tapi harus siap salah。

Coba,di mana asyiknya menyebut penis dengan“kepala ikan gabus”ala Enny Arrow atau organ vital laki-laki,atau kejantanan。 Duh,kepanjangan kan。 Begitu juga dengan阴道。 Coba ganti sebutannya dengan liang peranakan(Hiiiiii ... Ngilu membayangkan bukaan dan kontraksi),atau器官intim perempuan,atau器官kewanitaan。

器官。 Keduanya hanya jadi风琴。 器官yang fungsinya terbatas。 Bukan untuk bersenang-senang。 Bukan karunia yang digunakan dengan penuh kesadaran,yang melibatkan 你的每一个部分

Itu baru传感器kata-kata。 Belum传感器视觉,传感器sikap,丹传感器pemikiran。

传感器视觉misalnya dalam kasus传感器kebaya Puteri印度尼西亚。 Dalam kasus Puteri Indonesia,(bisa jadi)mereka tentu membuka dadanya dengan penuh kesadaran,penuh percaya diri,bersiap seharian,merasa cantik,dan anggun dalam balutan kebaya mewah yang bisa jadi baru sekali dan hanya akan sekali itu mereka kenakan。

terampas dengan menjadikan tubuh mereka sebagai godaaan,seolah menyalahkan mereka karena punya dada yang indah。 达达perempuan itu tak berdosa,loh。 Dia agung,indah,dan menghidupi。

Yang membuat dosa adalah pikiran orang lain atasnya,mengatasnamakan paham pinjaman dari budaya lain dan meniadakan budaya tempat mereka sendiri lahir dan hidup,yang memuja dan menghormati dada perempuan apa adanya:Sebagai sumber keberdayaan perempuan dan sumber kehidupan bagi manusia lain。

Tanpa meminta persetujuan dari perempuan,begitu saja orang berkomentar,menilai,melabelinya sebagai“sumber dosa”。 Apa coba salah dada perempuan? (semacam saat Piers Morgan mengomentari dada Susan Sarandon.Kalau saya lihat dada Susan Sarandon,ya saya berdoa di usia 70 tahun saya punya kepercayaan diri sepertinya,dan dada seindah itu)。

杨“berdosa”sebenarnya dada laki-laki。 Maksudnya laki-laki杨memiliki 男子胸部 “Dosa visual”gitu。 Bukan dosa syahwat,tapi。 Dosa karena polusi mata dan bikin sepet,hahaha。 Itu lho yang harusnya kena传感器视觉。 Mata kita harus dikurasi,dikasih lihat yang indah dan agung,dong。

Terus,kalau mau disensor sepenuh hati,para penjual kue tete harus disikat juga dong。 Atau gerobak jualannya kacanya di- pixelated atau dikasih tirai。 Sebab menjual objek杨menimbulkan nafsu。 Nafsu makan maksudnya。

传感器sikap? 雅,巴尼亚克。 Harus begini,harus begitu,apa kata orang。 传感器sikap beririsan dengan传感器sosial。 Semacam didorong untuk“ 做你自己。 但不,不是那样的 “。

Lalu bagaimana? Boleh sih,bobo sana bobo sininyepik sana nyepik sini ,tapi ya jangan ketahuan。 Atau ya enggak apa-apa jadi gay。 Tapi jangan kelihatan banget。 Apalagi jangan kelihatan bermesraan di depan umum。 Nanti enggak boleh ikut kuliah lho。 Gitu sih,kata Menristek kita。 Dan masih banyak传感器atas sikap lainnya。

Jujur saja,malas menuliskan edisi ini。 Karena传感器,sesamar apapun,bagaimanapun dibuat untuk mengondisikan agar kita tidak nyaman ngapa - ngapain

丹传感器杨paling bahaya。 传感器atas pikiran。 Diskusi sejarah,budaya,ideologi,seksualitas dilarang di sana-sini oleh kelompok kecil。 Kelompok kecil yang merasa punya kewenangan di atas negara hanya karena mereka mengedepankan(“negara”dengan'n'kecil,enggak pantas pakai'N'besar .Karena kalau kata orang Jawa, wis ora ono awune ,sudah tidak ada“kekuatan”atau“ sesuatu yang membuatnya layak dihormati“)。

Bagaimana bisa memahami kalau mempelajari saja dilarang。 Sudah maju sampai sini,masa mau kembali ke zaman Jahiliyah,semua diselesaikan dengan parang dan seruan perang。

Di sisi lain,kondisi sosial akhir-akhir ini membuat saya merasa sangat tidak nyaman menulis。 Bahkan mengurangi frekuensi ingin berhubungan seks,malah jadi banyakan ngobrolin hal-hal seperti ini(enggak nyambung,hahaha)。

Friksi yang menimbulkan ketidaknyamanan di ruang publik ini sudah mempenetrasi ruang privat:pikiran saya。 Kelompok-kelompok yang saling berseberangan semakin mempertajam friksi,perbedaan kecil diamplifikasi dan dieskalasi(pakai bahasa“tinggi”sesekali,biar layak dibaca mereka para begawan budaya daring)。

Friksi antar kelompok berseberangan ini seolah memaksa orang-orang yang sikapnya“santai”dan cenderung“diam”seperti saya ini jadi terseret。 Seolah zaman George W. Bush lalu,“ 无论你是与我们在一起还是与我们对抗 ”。 Enggak gitu juga keleus

Ada yang lucu sih,dengan mekanisme sensor dan blokir(dan segala hal yang sikapnya lantang menentang)。 Seperti kacang lupa pada kulitnya。 Yang menentang liberalisme dan kebebasan,mungkin lupa kehadirannya hanya mungkin karena ada liberalisme dan kekebebasan。

Kebebasan berpikir,berpendapat,berserikat,berkumpul,dan berteriak lantang Allahu Akbar bawa parang,membuat jeri setiap orang,bahkan yang seagama(seagama juga belum tentu mengimani Tuhan dengan cara yang sama,lho)。 Mereka hanya mungkin ada karena disediakan ruang。 Disediakan waktu。 Dan ironisnya,dilindungi。

Kehadiran berbagai pendapat dan kelompok sah saja,yang bahaya adalah kemalasan negara untuk hadir dan jadi suara akal sehat。 Udah hadirnya telat,bahkan sering enggak hadir,kalau pun hadir sebagai“pentungan”pula,bukan“pelukan”。

传感器,blokir,larangan,menurut saya adalah kebijakan yang malas。 Meminjam pendapat teman,ya jangan jadi pejabat,pendidik,atau pemuka agama yang malas。

“Kalau menurut mereka itu salah,ya jangan cuma melarang。 Ya dibenarkan,dirangkul,diajak bicara。 Jangan disingkirkan“,kira-kira begitu。

Manusianya juga jangan jadi manusia yang malas,yang enggan berusaha untuk setidaknya berpikir kritis dengan akal sehat dan bertindak dengan kemanusiaan,mencari tahu alasan,bukan bereaksi atas keputusan yang diambil individu tersebut( 看着你 ,Pak Mantan Menteri),bukan dengan menyederhanakan persoalan dan memukul rata dengan alasan dogmatis yang bahkan enggak jelas sahih atau enggak itu。

Capek dan enggak menikmati,sedikit jengkel,menulis edisi ini deh。 Batasan tentu perlu,tapi yang kita ambil atas kesadaran,bukan batasan yang diterapkan orang lain atas kita tanpa sepertujuan kita。 Malas ngapa-ngapain jadinya。

Besok ngomongin seks lagi aja yuk,啊。 Tanpa传感器dalam pikiran。 -Rappler.com

Anindya Pithaloka adalah seorang撰稿人杨percaya pada kekuatan lipstik merah。

BACA JUGA: